Parapat sebagai sebuah kota tujuan wisata tidak lengkap tanpa adanya sarana transportasi yang sangat vital dan digunakan oleh masyarakat setempat untuk pergi ke berbagai tujuan,selain itu juga jasa transportasi ini cukup murah untuk digunakan oleh wisatawan yang sedang liburan ke kota parapat.jadi tidak semua wisatawan yang datang ke parapat memiliki kendaraan pribadi,mungkin angkutan dalam kota parapat dapat dijadikan sebagai alat transportasi untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di kota parapat.untuk saat ini angkutan kota yang beroperasi di parapat hanya ada dua jenis yaitu angkutan umum bernama parsito dan wisata indah danau toba.

parsito merupakan angkutan umum yang sudah menjadi legenda bagi masyarakat parapat,parsito sendiri merupakan sebuah singkatan yang artinya parsito = parapat simalungun tour,nama yang memiliki makna yaitu parapat merupakan kota tempat beroperasi angkutan tersebut,simalungun memiliki makna bahwa parapat merupakan bagian dari Kabupaten simalungun,tour memiliki makna bahwa parapat merupakan kota wisata.Angkutan umum Parsito memiliki ciri khas yaitu warna dominan adalah warna hijau.parsito adalah angkutan umum yang pertama sekali beroperasi di kota parapat yang digunakan masyarakat setempat untuk berbagai kepentingan misalnya ke pasar,ke ladang,ke acara pesta,ke sekolah bagi pelajar dan lain-lain.

sedikit mengulas tentang angkutan umum  bernama Parsito ini yaitu pada tahun 1970 an menggunakan mobil jenis Suzuki ST20 dan mobil toyota KF20 dengan posisi pintu masuk penumpang adalah melalui belakang,penumpang isi maksimal adalah 10 orang,tapi kadang di isi penumpang lebih dari itu (di onjat).kemudian mulai kira-kira tahun 1986 mulai menggunakan mobil jenis toyota kijang kelas MPV yang kemudian body mobil tersebut diubah dengan posisi pintu masuk penumpang dari belakang.penumpang yang dapat diangkut lumayan banyak,yaitu duduk di belakang 12 orang,disamping supir 3 orang sampai pak supir duduk menyamping karena sempit,ditambah lagi penumpang yang bergantung di belakang jumlahnya 5 orang,dan barang berada di atas body mobil tersebut,itu adalah pemandangan unik di tahun 1980 an.

Kemudian tahun awal 1990 an sudah ada perubahan yaitu pintu masuk penumpang ke dalam mobil tersebut sudah melalui pintu samping,tapi tetap juga kalau penuh bergantung.bergantung yang dimaksud disini adalah berdiri didepan pintu masuk sambil pegangan terhadap besi yang telah disediakan(kalau penumpang penuh).umumnya saat itu kalau ingin berangkat ke sekolah si SMA 1 parapat,mengingat lokasinya yang cukup jauh sudah menjadi kebiasaan untuk bergantung 🙂

Ditahun yang sama juga yaitu 1990 an mulai beroperasi angkutan umum lainnya bernama WIN = Wisata indah danau toba,umumnya penduduk setempat menyebutnya motor wisata,dengan ciri khas warna mobil yaitu biru dipadu dengan warna putih saat itu dengan mobil dengan jenis yang berbeda yaitu mobil jenis isuzu phanter,awalnya angkutan jenis ini dirintis oleh bapak maruhum sirait,pailon sirait,sarbidin sinaga yang merupakan penduduk parapat.saat itu sampai awal tahun 2000 angkutan umum wisata indah danau toba tersebut selain melayani trayek dalam kota,juga melayani trayek parapat – pematang siantar.sampai pada saat ini kedua jenis angkutan tersebutlah yang melayani penumpang yang membutuhkan transportasi di parapat dan sekitarnya,dan sudah banyak jenis mobil yang digunakan seperti Mitsubishi T120,Toyota kijang tahun 1997,daihatsu espass tahun 2000,daihatsu zebra,daihatsu gran max,isuzu phanter,itulah sedikit ulasan tentang riwayat kedua nama angkutan umum tersebut.

oplet wisata indah

Oplet wisata indah foto by Henri Pakpahan

Bagi wisatawan yang ingin menggunakan jasa angkutan parsito dan wisata indah tersebut tidak perlu khawatir karena pak supir akan dengan senang hati mengantar anda ketempat tujuan yang diinginkan selagi masih dalam lokasi sekitar parapat dan ajibata.adapun beberapa lokasi yang sering dilalui kedua angkutan tersebut adalah wilayah parapat kota yaitu jalan sisingamangaraja,kawasan pantai danau toba,pasar dan pelabuhan tigaraja,pasar dan pelabuhan ajibata,siburak-burak,sidabariba,pangasean,girsang I,dan umumnya angkutan tersebut tidak perlu antri yang menunggu penumpang penuh dahulu lalu berangkat,melainkan selalu keliling bergantian dengan jarak yang tidak terlalu jauh,jadi sangat tepat digunakan untuk berangkat menuju tujuan dengan tepat waktu.

apabila ada penumpang yang ingin diantar ke suatu tempat yang lokasinya agak jauh dari rute yang dilalui,anda tidak perlu khawatir,tinggal mengajak bapak supir negosiasi tarif ongkos yang harus dibayarkan,mereka akan dengan senang hati mengantar ke tempat tujuan,selain itu juga bisa digunakan secara carter apabila dalam ikatan rombongan dalam perjalanan,tinggal negosiasi dengan harga yang wajar dan pantas dan kesepakatan kedua pihak maka akan diantar dengan selamat ketempat tujuan.kalau harga ongkos apabila ada wisatawan yang ingin naik tidak perlu ragu karena ongkos sekali jalan tidak terlalu mahal yaitu jauh dekat Rp 4000,- .demikianlah sekilas informasi tentang angkutan umum yang dapat digunakan di kota parapat.